Bahan Herbal untuk Obat Hepatitis B

Cara mengobati hepatitis dapat dilakukan secara medis, juga secara tradisional dengan bahan herbal. Berikut beberapa bahan yang sering menjadi komposisi dalam ramuan herbal untuk pengobatan hepatitis B.

Kunyit

Minyak atsiri serta kandungan zat curcumin dalam kunyit efektif untuk menangani hepatitis akut. Minyak atsiri berfungsi sebagai anti mikroba yang berguna untuk menghambat infeksi dengan cara mempengaruhi tingkat fleksibilitas membran virus. Kunyit juga dapat memperlambat proses fibrosis yaitu tahap pengerasan dan kerusakan jaringan hati.

Ramuan herbal dari kunyit ini dapat dengan mudah dibuat. Cukup siapkan beberapa rimpang kunyit, kupas dan cuci hingga bersih. Parut kunyit tersebut dan peras airnya. Minum sari kunyit tersebut tiga kali dalam sehari.

Temulawak

Sama seperti kunyit, selain mengandung protein, temulawak juga mengandung minyak atsiri dan curcumin. Kandungan zat ini berfungsi sebagai anti inflamasi atau pencegah peradangan, anti hepotoksik atau anti racun, pencegah penyakit hati, penurun kolesterol, dan penghilang nyeri pada persendian. Sehingga temulawak dapat digunakan sebagai detox alami pada organ hati.

Cara menggunakan temulawak untuk pengobatan hepatitis B yaitu dengan mengambil 2 rimpang temulawak yang telah dibersihkan dan dikupas. Setelah itu parut temulawak dan tambahkan dengan setengah gelas air hangat. Peras dan tambahkan dengan satu sendok madu. Minumlah selama dua kali dalam satu hari.

Pare

Pare dengan rasanya yang pahit jelas bukan favorit banyak orang. Tetapi pare memiliki manfaat untuk membersihkan dan melindungi hati. Segenggam daun pare segar yang telah dicuci dan ditumbuk dapat menjadi ramuan herbal untuk mencegah infeksi hepatitis lebih lanjut. Campurkan daun yang telah ditumbuk tersebut dengan 1 gelas air matang dan bubuhkan sedikit garam. Saring dan minumlah setiap pagi sebelum sarapan.

Tomat

Selain lemon dan apel, tomat juga dikenal sebagai buah dengan banyak manfaat. Kandungan antioksidan dan vitamin C yang dimiliki tomat dikenal efektif untuk menyembuhkan penyakit kuning dan meremajakan sel – sel pembentuk jaringan hati. Beberapa cara dapat dilakukan untuk memperoleh manfaat tomat sebagai obat, yaitu:

  1. Dengan meminum satu gelas jus tomat yang dicampur dengan sejumput garam dan merica selama 12 hari berturut – turut. Minum jus tomat ini dalam keadaan perut kosong untuk meperoleh manfaat detoks.

  2. Dengan meminum sari tomat. Cara membuatnya dengan merebus tomat dan melumatkannya. Peras dan saring sari tomat. Tambahkan dengan sedikit gula dan minum dua kali sehari.

Mahkota Dewa

Mahkota dewa dikenal sebagai obat herbal untuk segala penyakit mulai dari asam urat, diabetes, tumor hingga kanker. Tak ketinggalan, mahkota dewa yang hidup di Papua ini juga efektif untuk mengobati hepatitis.

Untuk pengobatan hepatitis, yang digunakan adalah buah mahkota dewa yang telah matang dan berwarna merah. Jangan mencampurkannya dengan buah yang mentah atau setengah matang karena sifatnya yang beracun. Rebus buah yang telah dicuci tersebut dengan tiga gelas air. Setelah mendidih biarkan hingga air rebusan tersisa setengahnya saja. Tunggu hingga hangat dan minumlah tiga kali dalam sehari.

Mengkudu

Buah yang juga dikenal dengan nama Noni atau Pace ini memiliki bau yang langur. Tetapi khasiat antioksidan serta antiproliferasinya sangat ampuh dalam mencegah infeksi dan penyebaran virus hepatitis B di dalam tubuh.

Siapkan 3 buah mengkudu yang telah matang. Cuci bersih dan parut. Karena mengkudu merupakan buah dengan kandungan air yang cukup banyak, maka tidak perlu lagi untuk menambahkan air. Peras parutan mengkudu, saring dengan kain bersih dan minumlah sebagai obat hepatitis B.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *